7 Komentar

Ini Sepakbola Tanpa Kaki.

“Pak-pak.. RD mengundurkan diri”. Kata saya menyempaikan ke bapak.
“RD siapa. Pelatih timnas kemarin itu ta”. Tanya bapak penuh keheranan.
“Iya pak, RD. Rahmad Darmawan, pelatih Tibo dkk kemarin itu loh”.
“Ada apalagi ini. Wah, kacau. Ini pasti ada sangkut pautnya dengan dualisme liga”. Ucap bapak saya.

Sore itu saya baru pulang dari sawah, membantu bapak merawat tanaman padi yang terserang ulat daun. Sampai dirumah saya menghidupkan tivi. Seperti kebiasaan saya harus tahu informasi tentang perkembangan sepakbola. Khususnya sepakbola Indonesia. Tak saya sangka, salah satu tivi swasta memberitakan tentang Rahmad Darmawan yang mengundurkan diri menjadi juru latih timnas U-23. Nama RD –barangkali- sudah tak asing lagi di telinga dan mata para pecinta sepakbola tanah air. Continue Reading »

Tinggalkan komentar

El-Clasico Akhir 2011.

Sepakbola selalu menciptakan alegori yang berwarna-warna. Revalitas dalam sepakbola memang benar adanya. El Clasico Brcelona Vs real Madrid, misalnya. Sepakbola selalu memunculkan lelucon tersendirinya. Revalitas antara Barca dan Madrid selalu disangkuat pautkan dengan Franco dan Suyol. Perseteruan yang dialami oleh kedua klub sepakbola Spannyol tersebut tidak hanya terjadi saat pertandingan saja. Figo salah seorang pemain yang pernah merasakan bagaimana pahitnya saat dilempari kepala babi oleh pendukung Barca. Figo di cap sebagai penghianat lantaran ia merupakan pemain Barca yang menyeberang ke Madrid.

Laga El Clasico selalu mengundang rasa tersendiri bagi pecinta sepakbola di seluruh dunia. Cerita sejarah selalu saja akan terjadi. 11/12/2011 mencatatkan bagaimana Alexiz Sanches menjadi orang kedua Chile yang mampu mencetak gol pada laga el-clasico setelah Zamorano -Real Madrid 1995-. Sepakbola selalu menampilk keburukan dan kadang juga menentukan. Entah ini laga yang kesekian kalinya bagi Barca dan Madrid dalam laga bertajuk el-clasico. Continue Reading »

7 Komentar

Beckham, Andik dan Sekitarnya.

“Setelah beberapa hari melihat David Beckam menggiring tv, malam ini saya punya kesempatan melihat Beckam menggiring bola”. Kata Munir, tetangga sebelah kala menanti L.A Galaxi Vs Timnas Selection

Semenjak kekalahan timnas U-23 dari Malaysia pada final Sea Games 2011 kemarin. Saya putus hubungan dengan segala hal tentang sepakbola. Saya gagal tidur, susah makan -kadang, meskipun tetap saja ngopi. Bayang-bayang kelam saat Ferdinand gagal mengeksekusi tendangan 12pas selalu saja menghantui. Ya, malam itu. Malam yang kelam bagi diri saya pribadi –mungkin juga bagi seluruh pecinta bola tanah air.

Untung. Beruntung sekali bayangan kelam yang pahit itu segera bertemu penawarnya. Pada pertandingan kali ini saya akan menikmati ulasan dari bung Towel –Tomy Welly. Saya berharap, bung Towel mengeluarkan ulsan-ulasan yang menarik. Sebab, saya percaya meski akhirnya timnas kalah setidaknya saya dapat terhibur atas analisis dari bung Towel. Tapi sayang, hiburan yang saya maksud diatas akhirnya meleset. “Yah, bukan bung Tomy Welly”. Perkataan kecewa itu yang –barangkali- mewakili. Namun tak apalah, itung-itung lihat penampilan Andik Vermansyah. Yeeahh… Jika yang lain memuja Beckam bolah juga kan saya sedikit bicara tentang Andik. Andik, tak salah Rahmad Darmawan memilih pemain berpostur kecil itu. di sisi yang lain saya juga mendengar dan melihat, bahwa sosok penyiar yang ngelantur. Coba anda lihat saat Wanggai menguasai bola di lini tengah –babak II- penyiar –yang entah saiapa namanya- berkali-kali menyebut nama Greg. Lain dari itu, penyiaran secara Live tersebut –barangkali- sedikit ngantuk. Setidaknya ada beberapa moment yang itu justru mendebarkan yang tak terlihat.

Continue Reading »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.